Breaking News
light_mode
Trending Tags
Maaf, tidak ditemukan tags pada periode waktu yang ditentukan.

DPRD Banyuwangi Dalami Raperda Inovasi Daerah, Bahas Polemik Klausul Sanksi

  • account_circle BIN
  • calendar_month Rabu, 1 Okt 2025
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Prosiber.com – Pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Inovasi Daerah kini memasuki tahap penting di DPRD Banyuwangi. Raperda yang diusulkan oleh pihak eksekutif tersebut tengah menjadi fokus Panitia Khusus (Pansus) I DPRD Banyuwangi guna memperkuat arah kebijakan inovatif di daerah.

Dalam nota pengantar yang disampaikan oleh Bupati Banyuwangi, disebutkan bahwa tujuan utama dari Raperda Inovasi Daerah adalah menjadikan inovasi sebagai kebijakan sistemik, bukan hanya sekadar gerakan individu atau sektoral. Pemerintah ingin memastikan setiap inovasi memiliki arah yang jelas, berkesinambungan, dan dapat diukur manfaatnya bagi masyarakat.

Selain itu, Raperda ini diharapkan mampu memfasilitasi terbentuknya ekosistem inovasi yang kolaboratif, melibatkan unsur Pemerintah Kabupaten Banyuwangi, DPRD, serta berbagai elemen masyarakat. Pengaturan dalam rancangan ini juga mencakup mekanisme evaluasi, penghargaan, serta insentif bagi para inovator, termasuk perlindungan Hak Kekayaan Intelektual (HKI) agar hasil inovasi tetap bermanfaat luas.

Ketua Pansus I DPRD Banyuwangi, Yayuk Bannar Sri Pangayom, menyampaikan bahwa pihaknya telah beberapa kali menggelar rapat kerja baik secara internal maupun bersama pihak eksekutif. “Pengayaan materi atau draf merupakan langkah awal dalam pembahasan raperda untuk memastikan bahwa raperda tersebut didasarkan pada analisis yang kuat, memenuhi persyaratan hukum dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat,” ucap Yayuk Bannar Sri Pangayom saat dikonfirmasi, Rabu, 1 Oktober 2025.

Menurut politisi dari PDI Perjuangan tersebut, proses pembahasan Raperda Inovasi Daerah masih menyisakan perbedaan pendapat di internal eksekutif, terutama antara Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) dan Bagian Hukum Pemerintah Kabupaten Banyuwangi. Yayuk menjelaskan bahwa Bappeda mengusulkan agar ketentuan sanksi dimasukkan dalam materi Raperda. Namun, Bagian Hukum menilai klausul sanksi tersebut tidak perlu dicantumkan karena merujuk pada hasil fasilitasi dari kementerian terkait.

“Dalam pembahasan masih ada perbedaan pendapat, Bappeda meminta usulan anggota dewan terkait dengan ketentuan sanksi masuk dalam materi Raperda. Sedangkan Bagian Hukum atas dasar fasilitasi di Kementerian, klausul sanksi tidak perlu dicantumkan,” tambahnya.

Akibat belum adanya kesamaan pandangan, pembahasan Raperda Inovasi Daerah sementara ditunda. Yayuk menyebut, penundaan dilakukan agar seluruh pihak dapat memiliki pemahaman yang sama, terutama mengenai ketentuan sanksi agar tidak terjadi tumpang tindih dalam penerapannya kelak.

Lebih lanjut, Yayuk menegaskan bahwa poin terpenting dalam Raperda ini adalah adanya dasar hukum yang kuat bagi setiap pihak yang berinovasi. “Poin penting dalam Raperda Inovasi Daerah ini adalah adanya landasan hukum bagi yang berinovasi, bukan hanya untuk perangkat daerah, namun juga DPRD, pemerintahan desa, dan masyarakat,” pungkasnya.

Raperda Inovasi Daerah ini diharapkan menjadi tonggak penting dalam menciptakan lingkungan inovatif di Banyuwangi. Dengan regulasi yang matang, pemerintah daerah berupaya mendorong munculnya ide-ide kreatif dari seluruh lapisan masyarakat, sehingga inovasi tidak hanya menjadi slogan, melainkan budaya yang mengakar dalam tata kelola pemerintahan dan pelayanan publik di Banyuwangi.

Penulis

Penulis kreatif yang gemar merangkai kata menjadi cerita penuh makna. Percaya bahwa tulisan bukan sekadar deretan huruf, tetapi jembatan antara ide dan imajinasi pembaca. Dengan gaya bahasa yang mengalir dan sentuhan humanis kerap menghadirkan karya yang menggugah rasa, menginspirasi tindakan, serta menyalakan semangat untuk terus belajar dan berkarya.

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Bupati Ipuk Ajak Muslimat NU Banyuwangi Jadi Penggerak Perubahan Sosial Lewat Sinergi dan Kolaborasi

    Bupati Ipuk Ajak Muslimat NU Banyuwangi Jadi Penggerak Perubahan Sosial Lewat Sinergi dan Kolaborasi

    • calendar_month Kamis, 30 Okt 2025
    • account_circle BIN
    • 0Komentar

    Prosiber.com – Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, mengajak organisasi perempuan Muslimat Nahdlatul Ulama (NU) untuk bersinergi dengan pemerintah daerah dalam menciptakan perubahan positif di tengah masyarakat. Seruan ini disampaikan Ipuk saat menghadiri pelantikan Pimpinan Cabang Muslimat NU dan Pimpinan Ranting Muslimat NU se-Banyuwangi di Pendopo Sabha Swagata, Rabu, 29 Oktober 2025. Dalam acara tersebut, Nyai Hj. […]

  • Banser Banyuwangi Kukuhkan Barisan Siaga 2025, Tegaskan Janji Abadi untuk Kiai dan NKRI photo_camera 4

    Banser Banyuwangi Kukuhkan Barisan Siaga 2025, Tegaskan Janji Abadi untuk Kiai dan NKRI

    • calendar_month Jumat, 17 Okt 2025
    • account_circle BIN
    • 0Komentar

    Sibernews – Barisan Ansor Serbaguna (Banser) Banyuwangi kembali menunjukkan komitmennya dalam menjaga ulama, pesantren, serta keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Pada Jumat, 17 Oktober 2025, mereka menggelar Apel Siaga 2025 yang menjadi bagian dari gerakan nasional Banser di seluruh Indonesia.   Kegiatan ini bukan sekadar seremonial, melainkan bentuk nyata kesiapsiagaan moral dan sosial Banser […]

  • Pemkab Banyuwangi Perluas Jangkauan dengan Penambahan Armada Samsat Keliling Baru

    Pemkab Banyuwangi Perluas Jangkauan dengan Penambahan Armada Samsat Keliling Baru

    • calendar_month Rabu, 12 Nov 2025
    • account_circle BIN
    • 0Komentar

    Prosiber.com – Pemerintah Kabupaten Banyuwangi kembali melakukan langkah penting dalam meningkatkan jangkauan layanan publik dengan menambah satu unit mobil samsat keliling. Penambahan armada ini menjadi wujud komitmen pemerintah daerah untuk menghadirkan layanan pajak kendaraan yang mudah dijangkau masyarakat tanpa harus mendatangi kantor induk Samsat. Dengan hadirnya unit baru tersebut, kini terdapat empat mobil pelayanan yang […]

  • Perintis Presisi Polresta Banyuwangi Salurkan Bantuan untuk Mushola, Wujud Kepedulian di Akhir Ramadan

    Perintis Presisi Polresta Banyuwangi Salurkan Bantuan untuk Mushola, Wujud Kepedulian di Akhir Ramadan

    • calendar_month Selasa, 17 Mar 2026
    • account_circle BIN
    • 0Komentar

    Prosiber.com – Menjelang berakhirnya bulan Ramadan, Tim Perintis Presisi Polresta Banyuwangi tidak hanya fokus menjaga situasi keamanan, tetapi juga menunjukkan kepedulian sosial melalui kegiatan bakti kemasyarakatan. Perintis Presisi Polresta Banyuwangi beri bantuan semen untuk pembangunan mushola di Sumberejo sebagai aksi sosial di akhir Ramadan. Perintis Presisi Polresta Banyuwangi salurkan bantuan semen untuk pembangunan mushola di Sumberejo […]

  • Eksplorasi Fitur Canggih Wireless Microphone Z-WS100H-AS untuk Kebutuhan Audio Modern

    Eksplorasi Fitur Canggih Wireless Microphone Z-WS100H-AS untuk Kebutuhan Audio Modern

    • calendar_month Sabtu, 29 Nov 2025
    • account_circle BIN
    • 0Komentar

    Prosiber.com – Kebutuhan akan perangkat audio berkualitas kini menjadi prioritas di berbagai acara, mulai dari kegiatan sekolah, ibadah, hingga pertemuan bisnis. Wireless Microphone Z-WS100H-AS menjadi salah satu solusi modern yang menawarkan kualitas suara jernih serta stabil. Produk ini didesain untuk memberikan kenyamanan pengguna melalui teknologi plug and play sehingga proses pemasangan bisa dilakukan dengan cepat […]

  • Banyuwangi Perkuat Deteksi Dini: Skrining TBC Serentak dan Pendampingan Kader di Seluruh Wilayah

    Banyuwangi Perkuat Deteksi Dini: Skrining TBC Serentak dan Pendampingan Kader di Seluruh Wilayah

    • calendar_month Kamis, 13 Nov 2025
    • account_circle BIN
    • 0Komentar

    Prosiber.com –  Pemerintah Kabupaten Banyuwangi kembali menguatkan langkah pencegahan tuberkulosis melalui skrining TBC Banyuwangi yang dilaksanakan secara serentak di 25 puskesmas. Program ini menjadi lanjutan dari kegiatan jemput bola oleh kader posyandu yang lebih dulu bergerak di berbagai wilayah untuk mendeteksi gejala TBC sedini mungkin. Upaya ini dilakukan untuk menekan angka penularan sekaligus mempercepat penanganan […]

expand_less