Proyek Energi Angin Terbesar di Jawa Timur Siap Berdiri di Banyuwangi
- account_circle BIN
- calendar_month Rabu, 19 Nov 2025
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Prosiber.com – Pemerintah terus memperluas pengembangan Energi Baru Terbarukan (EBT) sebagai langkah strategis menuju kemandirian energi dan pencapaian target Net Zero Emission. Salah satu proyek besar yang segera direalisasikan adalah pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Bayu/Angin (PLTB) berkapasitas 200 megawatt di Kabupaten Banyuwangi. Proyek ini dikerjakan oleh perusahaan energi asal Jerman yang sebelumnya telah lama berpengalaman dalam teknologi tenaga angin.
Bupati Banyuwangi Fiestiandani menjelaskan bahwa PLTB menjadi salah satu sumber energi ramah lingkungan karena tidak menghasilkan emisi gas rumah kaca maupun polusi udara. Menurut Fiestiandani, “PLTB merupakan pembangkit listrik ramah lingkungan, tidak menghasilkan emisi gas rumah kaca atau polusi udara. PLTB di Banyuwngi mendukung pengurangan emisi karbon dan transisi menuju energi bersih yang dicanangkan pemerintah pusat. PLTB ini akan berkontribusi pada pasokan energi bersih nasional,” ucapnya, Senin (17/11/2025).
Pembangunan PLTB tersebut dijadwalkan mulai beroperasi pada 2028. Sebelumnya, Bupati Ipuk mengadakan pertemuan dengan wpd Energi, perusahaan Jerman yang menggarap proyek tersebut. Managing Director Asia Pasific wpd Energi, Hans Christoph Brumberg, memaparkan langsung rencana pembangunan dan kesiapan perusahaan dalam proyek energi angin ini.
Hans Christoph mengatakan, “Perusahaan kami telah berpengalaman di bidang energi angin di Jerman selama puluhan tahun. Kami melihat potensi pengembangan energi terbarukan di Indonesia. Oleh karena itu, kami datang ke Indonesia untuk menemukan beberapa lokasi, dan kami pilih Banyuwangi.” Sebagian pemaparan tambahan dijelaskan bahwa keputusan tersebut merupakan hasil pertimbangan menyeluruh terhadap kondisi alam Banyuwangi.
Lebih lanjut, Hans menambahkan bahwa Banyuwangi memiliki karakteristik geografis yang mendukung. Ia menyampaikan, “Indonesia adalah negara besar, memiliki banyak sumber daya surya. Tetapi untuk angin, kami perlu mencari dengan sangat hati-hati. Di Banyuwangi kami menemukan lokasi potensial yang sangat menarik dan atraktif, dekat pantai dan di kaki pegunungan.”
Rencana PLTB ini akan memanfaatkan sekitar 25 hingga 30 turbin angin dengan kapasitas produksi total mencapai 200 megawatt. Saat ini, tim wpd tengah memasuki tahapan awal realisasi proyek, termasuk pengukuran intensif untuk memastikan potensi angin yang tersedia.
Tahapan pembangunan PLTB Banyuwangi telah disusun secara bertahap sejak 2024 hingga 2028. Pada fase awal tahun 2024–2025, kegiatan difokuskan pada persiapan proyek, pengumpulan data, serta penilaian kelayakan lokasi. Kepala DPMTSP Banyuwangi, Partana, menuturkan, “Sepanjang 2024–2025 difokuskan untuk memastikan kelayakan teknis dan administratif.”
Berlanjut pada 2026–2027, pembangunan infrastruktur PLTB mulai dikerjakan secara menyeluruh. Partana menjelaskan bahwa “Seluruh rangkaian kegiatan tersebut ditargetkan selesai pada akhir tahun 2028 dan akan mencapai Tanggal Operasi Komersial (COD).”
Dengan terwujudnya PLTB ini, Banyuwangi diharapkan menjadi salah satu daerah yang berperan besar dalam kontribusi energi bersih Indonesia sekaligus memperkuat ketahanan energi nasional.*
Penulis BIN
Penulis kreatif yang gemar merangkai kata menjadi cerita penuh makna. Percaya bahwa tulisan bukan sekadar deretan huruf, tetapi jembatan antara ide dan imajinasi pembaca. Dengan gaya bahasa yang mengalir dan sentuhan humanis kerap menghadirkan karya yang menggugah rasa, menginspirasi tindakan, serta menyalakan semangat untuk terus belajar dan berkarya.



Saat ini belum ada komentar