Breaking News
light_mode
Trending Tags

Data Kendaraan hingga Listrik Jadi Penyebab Warga Banyuwangi Dicoret dari Bansos

  • account_circle BIN
  • calendar_month Senin, 9 Mar 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Prosiber.com – Hasil seleksi program digitalisasi bantuan sosial atau perlindungan sosial di Banyuwangi mulai diumumkan kepada masyarakat. Dalam pengumuman tersebut, sebagian warga dinyatakan tidak layak sebagai penerima bantuan sosial karena berbagai indikator yang terdeteksi dalam sistem data pemerintah.

Namun pemerintah memberikan kesempatan bagi warga untuk mengajukan sanggahan apabila alasan penolakan tersebut dinilai tidak sesuai dengan kondisi sebenarnya.

Program bansos digital Banyuwangi saat ini telah memasuki tahap masa sanggah. Pada tahap ini, warga dapat memberikan klarifikasi terhadap data yang digunakan dalam proses seleksi penerima bantuan sosial.

Beberapa faktor yang menyebabkan warga dinyatakan tidak layak menerima bantuan antara lain:

  • Tercatat memiliki kendaraan roda empat

  • Memiliki daya listrik rumah di atas 900 watt

  • Terdata memiliki lebih dari satu sertifikat tanah

  • Terdeteksi memiliki aset lain seperti perahu atau kapal motor

Kasus yang dialami Endang Kartika, warga Desa Olehsari Kecamatan Licin, menjadi salah satu contoh bagaimana perbedaan data dapat memengaruhi hasil seleksi bansos.

Endang mengaku terkejut ketika mengetahui dirinya dinyatakan tidak layak sebagai penerima bantuan sosial.

Dalam data yang dimiliki pemerintah, Endang tercatat memiliki kendaraan roda empat, perahu, hingga kapal motor.

Padahal menurut Endang, kondisi ekonomi keluarganya jauh dari kategori mampu.

“Tidak mungkin saya memiliki kendaraan itu. Suami saya kerjanya serabutan, kuli bangunan. Saya sendiri hanya di rumah, ngurus 2 anak. Rumah yang saya tempati juga statusnya masih rumah keluarga, punyanya hanya 1 sepeda motor,” aku Endang.

Setelah menerima hasil tersebut, Endang segera mendatangi agen perlinsos yang juga bertugas sebagai petugas desa untuk melakukan proses sanggah.

Petugas kemudian membantu Endang mengisi formulir yang berisi sejumlah pertanyaan mengenai kondisi ekonomi keluarga, pekerjaan suami, kepemilikan kendaraan, serta kondisi rumah.

Endang kemudian menyadari bahwa beberapa waktu lalu pernah meminjamkan KTP kepada kerabat untuk keperluan pengajuan kredit kendaraan bermotor.

Ketua Gugus Tugas Komite Percepatan Transformasi Digital Pemerintah (KPTPD) Rahmat Danu Andika menjelaskan bahwa sistem digitalisasi bansos memang memanfaatkan berbagai sumber data untuk menilai kelayakan penerima bantuan.

Karena itu, pemerintah menyediakan mekanisme sanggah bagi warga yang merasa data tersebut tidak sesuai dengan kondisi sebenarnya.

“Kasus Bu Endang yang kalau dilihat memang seharusnya layak sebagai penerima bansos, juga daya PLN 450 watt. Jadi negara memberikan kesempatan untuk menyanggah dan memberikan feedback ke pemerintah kondisi sebenarnya warga tersebut,” kata Andika.

Rahmat Danu Andika menjelaskan bahwa setiap laporan sanggah yang diajukan warga akan diverifikasi ulang oleh berbagai kementerian dan instansi.

Proses verifikasi tersebut melibatkan sejumlah lembaga seperti Badan Pusat Statistik untuk memastikan kesesuaian data dengan kondisi nyata di lapangan.

Jika hasil verifikasi menunjukkan warga benar-benar memenuhi syarat, maka status penerima bantuan sosial dapat berubah menjadi layak.

Selain itu, Rahmat Danu Andika juga mengingatkan masyarakat agar tidak sembarangan meminjamkan dokumen identitas kepada orang lain.

“Hal ini membuat mereka yang seharusnya berhak mendapat bansos, akhirnya dinilai tidak layak mendapatkan bansos. Yang rugi kan ya warga sendiri,” jelas Andika.

Di sisi lain, tidak semua warga mengalami penolakan dalam proses seleksi bansos digital Banyuwangi.

Seorang warga bernama Adiyah mengaku bersyukur karena akhirnya dinyatakan layak menerima bantuan sosial setelah sebelumnya tidak pernah mendapatkan bansos.

“Saya tinggal sendirian di rumah ini, pekerjaannya tukang mengikat sayur. Kalau mau lebaran bikin pesanan kue tetangga. Alhamdulillah, sekarang dinyatakan layak, semoga layak dapat bansos,” kata Adiyah.

Hasil seleksi penerima bansos digital Banyuwangi sendiri telah diumumkan sejak Senin, (02/03/2026).

Masyarakat dapat mengecek hasil seleksi tersebut secara mandiri melalui portal resmi perlindungan sosial pemerintah di menggunakan Identitas Kependudukan Digital.

Portal ini menjadi bagian dari sistem digitalisasi bansos nasional yang dirancang untuk membuat penyaluran bantuan sosial lebih transparan, tepat sasaran, dan berbasis data kependudukan terintegrasi.

Bagi warga yang merasa hasil seleksi belum sesuai dengan kondisi sebenarnya, pemerintah membuka fasilitas masa sanggah melalui kantor desa, kelurahan, maupun agen perlinsos di wilayah masing-masing. Program ini diharapkan mampu memastikan bantuan sosial benar-benar diterima oleh masyarakat yang membutuhkan.**

Penulis

Penulis kreatif yang gemar merangkai kata menjadi cerita penuh makna. Percaya bahwa tulisan bukan sekadar deretan huruf, tetapi jembatan antara ide dan imajinasi pembaca. Dengan gaya bahasa yang mengalir dan sentuhan humanis kerap menghadirkan karya yang menggugah rasa, menginspirasi tindakan, serta menyalakan semangat untuk terus belajar dan berkarya.

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Bapemperda DPRD Banyuwangi Soroti Usulan Raperda Pengelolaan Dana Abadi Daerah untuk Masuk Propemperda 2026

    Bapemperda DPRD Banyuwangi Soroti Usulan Raperda Pengelolaan Dana Abadi Daerah untuk Masuk Propemperda 2026

    • calendar_month Senin, 20 Okt 2025
    • account_circle BIN
    • 0Komentar

    Prosiber.com – Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda) DPRD Kabupaten Banyuwangi kembali menggelar rapat kerja internal dengan agenda pembahasan penting terkait surat dari eksekutif mengenai usulan judul Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) di luar program pembentukan peraturan daerah (Propemperda) tahun 2025, serta tahapan awal penyusunan Propemperda tahun 2026. Rapat tersebut berlangsung pada Senin, 20 Oktober 2025. Dalam […]

  • Sejarah Baru DPC PDI Perjuangan Banyuwangi, Posisi KSB Dipercaya Penuh kepada Kader Perempuan

    Sejarah Baru DPC PDI Perjuangan Banyuwangi, Posisi KSB Dipercaya Penuh kepada Kader Perempuan

    • calendar_month Senin, 22 Des 2025
    • account_circle BIN
    • 0Komentar

    Prosiber.com – Konferensi Cabang serentak PDI Perjuangan se-Jawa Timur yang digelar di Surabaya menjadi momen bersejarah bagi DPC PDI Perjuangan Banyuwangi. Untuk pertama kalinya, seluruh posisi Ketua, Sekretaris, dan Bendahara dipercayakan kepada kader perempuan. Pelantikan kepengurusan periode 2025–2030 ini dipimpin langsung Ketua DPD PDI Perjuangan Jawa Timur, Said Abdullah, pada Minggu, 21 Desember 2025. Dewan […]

  • Tekan Inflasi Ramadan, Kapolresta Banyuwangi Turun Langsung ke Gerakan Pangan Murah di RTH Blambangan

    Tekan Inflasi Ramadan, Kapolresta Banyuwangi Turun Langsung ke Gerakan Pangan Murah di RTH Blambangan

    • calendar_month Jumat, 13 Mar 2026
    • account_circle BIN
    • 0Komentar

    Prosiber.com – Upaya menjaga stabilitas harga pangan selama bulan suci Ramadan terus dilakukan berbagai pihak. Di Banyuwangi, Polresta Banyuwangi bersama Perum Bulog dan Pemerintah Kabupaten Banyuwangi menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) serentak se-Indonesia pada Jumat (13/03/2026). Kegiatan yang dipusatkan di Ruang Terbuka Hijau (RTH) Blambangan tersebut menjadi salah satu langkah konkret untuk membantu masyarakat memperoleh […]

  • Banyuwangi Buka Rute Emas Wisata Ijen, Temukan Pesona Alam dan Budaya yang Tersembunyi

    Banyuwangi Buka Rute Emas Wisata Ijen, Temukan Pesona Alam dan Budaya yang Tersembunyi

    • calendar_month Sabtu, 8 Nov 2025
    • account_circle BIN
    • 0Komentar

    Prosiber.com – Banyuwangi, yang dikenal sebagai The Sunrise of Java, kembali membuat gebrakan dalam dunia pariwisata. Melalui program Ijen Golden Route, pemerintah daerah berupaya memperkenalkan pesona alam dan budaya di kaki Gunung Ijen yang selama ini belum banyak dijelajahi wisatawan. Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, menuturkan bahwa Ijen Golden Route merupakan strategi promosi wisata terpadu yang […]

  • Program Air Bersih di Desa Kebondalem Banyuwangi didukung PLN dengan 50 sambungan Rumah Baru

    Program Air Bersih di Desa Kebondalem Banyuwangi didukung PLN dengan 50 sambungan Rumah Baru

    • calendar_month Selasa, 14 Apr 2026
    • account_circle BIN
    • 0Komentar

    Prosiber.com – Upaya menghadirkan layanan dasar bagi masyarakat terus dilakukan di Banyuwangi. Salah satu langkah nyata terlihat dari bantuan sambungan rumah air bersih yang diberikan PT PLN (Persero) kepada warga Desa Kebondalem, Kecamatan Bangorejo. Program ini menjadi dukungan langsung terhadap agenda pemerintah daerah dalam memperluas akses air bersih. Penyaluran bantuan berlangsung pada hari Selasa, (14/04/2026). […]

  • Diserbu Warga, Pasar Murah KMP Tukangkayu Banyuwangi Hadirkan Sembako Harga Terjangkau untuk Redam Lonjakan Harga Ramadan

    Diserbu Warga, Pasar Murah KMP Tukangkayu Banyuwangi Hadirkan Sembako Harga Terjangkau untuk Redam Lonjakan Harga Ramadan

    • calendar_month Kamis, 5 Mar 2026
    • account_circle BIN
    • 0Komentar

    Prosiber.com – Upaya menekan kenaikan harga kebutuhan pokok selama bulan Ramadan dilakukan melalui kegiatan pasar murah yang digelar Koperasi Murah Putih (KMP) Kelurahan Tukangkayu, Banyuwangi. Kegiatan yang berlangsung pada Rabu, (05/03/2026) tersebut menyediakan berbagai kebutuhan pokok dengan harga lebih terjangkau dibandingkan harga pasar. Pasar murah yang dipusatkan di kawasan KMP Tukangkayu itu langsung disambut antusias […]

expand_less