Jalur Menuju Pelabuhan Ketapang Berangsur Normal, Strategi Jitu Polresta Banyuwangi Urai Macet dengan Optimalkan Buffer Zone Bulusan
- account_circle BIN
- calendar_month Minggu, 5 Apr 2026
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Prosiber.com – Arus lalu lintas menuju Pelabuhan ASDP Ketapang di Banyuwangi kini menunjukkan kondisi yang semakin membaik. Setelah sempat mengalami kepadatan cukup tinggi, upaya intensif yang dilakukan oleh Polresta Banyuwangi akhirnya membuahkan hasil signifikan. Pantauan di lapangan memperlihatkan kendaraan pribadi dan sepeda motor sudah dapat melintas dengan lancar tanpa hambatan berarti.
Perbaikan kondisi ini tidak lepas dari strategi pengaturan lalu lintas yang dilakukan secara sistematis dan berkelanjutan. Personel kepolisian terus melakukan pengawasan serta pengendalian di titik-titik krusial yang sebelumnya menjadi simpul kemacetan. Dengan pendekatan tersebut, arus kendaraan kini lebih terdistribusi secara merata.
Meski situasi telah berangsur normal, Polresta Banyuwangi tetap menerapkan langkah antisipatif guna mencegah terjadinya kemacetan kembali. Salah satu kebijakan yang masih diberlakukan adalah pengaturan kendaraan bertonase besar agar tidak langsung masuk ke kawasan pelabuhan.
Sebagai solusi, kendaraan besar diarahkan untuk memasuki buffer zone Bulusan. Area ini difungsikan sebagai kantong parkir sementara untuk menampung kendaraan berat sebelum masuk ke pelabuhan. Strategi ini dinilai efektif dalam menjaga keseimbangan antara jumlah kendaraan dan kapasitas layanan di dermaga.
Kapolresta Banyuwangi, Kombes Pol Dr. Rofiq Ripto Himawan S.I.K., S.H., M.H., menjelaskan bahwa keberhasilan ini merupakan hasil kerja keras seluruh personel yang terlibat di lapangan. Pengaturan yang dilakukan tidak hanya bersifat reaktif, tetapi juga dirancang secara terukur.
“Alhamdulillah, berkat kerja keras personel di lapangan, saat ini arus menuju ASDP Ketapang sudah kembali lancar. Fokus kami sekarang adalah mempertahankan kelancaran ini dengan mengatur ritme masuknya kendaraan besar. Melalui optimalisasi buffer zone di Bulusan, kami memastikan volume kendaraan yang masuk ke area pelabuhan tetap seimbang dengan kapasitas dermaga, sehingga tidak terjadi penumpukan di badan jalan,” ujar Kombes Pol Dr. Rofiq Ripto Himawan.
Penegasan tersebut menunjukkan bahwa pengelolaan lalu lintas tidak berhenti pada tahap penguraian kemacetan saja, melainkan juga menjaga stabilitas jangka panjang. Dengan kata lain, sistem yang diterapkan bersifat preventif sekaligus adaptif terhadap kondisi di lapangan.
Lebih lanjut, Kombes Pol Dr. Rofiq Ripto Himawan menekankan bahwa personel kepolisian tetap disiagakan di berbagai titik penting. Hal ini dilakukan untuk memastikan situasi tetap terkendali hingga benar-benar normal sepenuhnya.
“Kami tetap menyiagakan personel untuk mendampingi saudara-saudara kita para pengemudi kendaraan besar di kantong parkir. Kami ingin memastikan semua merasa aman dan terlayani dengan baik. Kepada pengguna jalan lainnya, kami persilakan melanjutkan perjalanan dengan tetap mengutamakan keselamatan. Terima kasih atas kerja sama dan kesabaran seluruh masyarakat selama proses penguraian arus ini,” tutup Kombes Pol Dr. Rofiq Ripto Himawan.
Keberhasilan pengaturan ini juga berdampak langsung pada kelancaran jalur utama Situbondo-Banyuwangi. Jalur tersebut kini kembali berfungsi optimal sebagai akses vital yang menghubungkan berbagai wilayah.
Para pemudik dan warga lokal pun merasakan manfaat dari kondisi ini. Perjalanan menjadi lebih nyaman, waktu tempuh lebih efisien, serta risiko kemacetan dapat diminimalisir secara signifikan.
Dengan skema pengaturan terintegrasi yang terus dijalankan, Polresta Banyuwangi menunjukkan komitmen dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Upaya ini diharapkan mampu menjadi model pengelolaan lalu lintas yang efektif di wilayah lain, khususnya pada momen dengan mobilitas tinggi.**
Penulis BIN
Penulis kreatif yang gemar merangkai kata menjadi cerita penuh makna. Percaya bahwa tulisan bukan sekadar deretan huruf, tetapi jembatan antara ide dan imajinasi pembaca. Dengan gaya bahasa yang mengalir dan sentuhan humanis kerap menghadirkan karya yang menggugah rasa, menginspirasi tindakan, serta menyalakan semangat untuk terus belajar dan berkarya.




Saat ini belum ada komentar